Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sumber yang sama menyebutkan, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

Guys kalian sadar tidak kalau penggunaan plastik sekali pakai di keseharian kita ternyata bisa berdampak besar terhadap masa depan kita, bahkan anak cucu kita nanti loh! Masalah sampah plastik sudah menjadi salah satu perhatian utama bagi pemerintah dan juga masyarakat.

Sudah banyak yang melakukan pergerakan demi menyelamatkan bumi kita dari sampah plastik. Tidak terkecuali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita, Bapak Nadiem Makarim.

Dalam rangka melaksanakan komitmen Pemerintah lndonesia untuk memerangi sampah plastik, pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 Bapak Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran terkait pelanggaran penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan kantong plastik di lingkungan Kemendikbud. Hal tersebut tertulis pada surat edaran nomor 12 tahun 2019.

Surat edaran tersebut berisikan beberapa poin yang ada di bawah ini:

1. Tidak menggunakan bahan-bahan yang dapat menimbulkan sampah, seperti piring, gelas, kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai, dan/atau kantong plastik di lingkungan kerja masing-masing.

2. Di dalam pelaksanaan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis di kantor tidak menggunakan pembungkus makanan/kemasan minuman plastik. 3. Menyediakan dispenser dan/atau teko air minum dan gelas minum di setiap ruang kerja atau ruang pertemuan atau ruang rapat atau aula. 4. Meningkatkan penggunaan peralatan makan dan minum yang terbuat dari kaca, melamin, keramik, dan rotan antara lain dengan membiasakan penggunaan botol minum atau tumbler sebagai alat minum dan membawa alat makan pribadi. 5. Meningkatkan penggunaan kantong yang dapat digunakan kembali atau reusable bag dalam aktivitas jual beli di area kantin kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 6. Mengurangi penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan lainnya yang berbahan plastik pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis lainnya. 7. Pimpinan unit kerja melakukan sosialisasi terhadap larangan penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik di unit kerja masing-masing.

Untuk memerangi masalah sampah plastik, pemerintah tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kita, sebagai masyarakat Indonesia juga wajib turut berpartisipasi. Bisa dimulai dari hal kecil seperti membawa tumblr atau membawa tas belanja yang dapat digunakan berkali-kali.

Sumber: news.detik.com

Foto: Kemdikbud/ Ilustrasi : Kemdikbud saat meninjau sekolah roboh di Bogor