Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti pernah mendengar istilah "simulasi". Mulai dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang rutin melakukan simulasi tempur hingga siswa-siswi di sekolah yang simulasi UN nampaknya menjadi tanda pentingnya hal ini.

Simulasi Ujian Nasional (UN) pun demikian. Kegiatan ini sangat penting karena memberi kesempatan kepada siswa untuk mengetahui kesiapannya menghadapi UN.

Seorang siswa yang pada saat simulasi hasilnya belum memuaskan akan belajar lebih giat lagi agar mendapat nilai UN yang lebih baik.

Sementara bagi mereka yang hasil simulasinya sudah baik akan merasa sedikit lebih tenang dan lebih "pede (percaya diri)" untuk menghadapi UN. Dalam kegiatan simulasi UN, seorang siswa akan mengerjakan soal yang mirip dengan soal ujian nasional sesungguhnya.

Mengapa demikian? Karena soal-soal dalam Simulasi UN sudah disusun sesuai dengan Kisi-Kisi Ujian Nasional, model dan jumlah soalnya sama, setiap paket harus dikerjakan dalam waktu yang sudah ditentukan, serta soal dikerjakan pada lembar jawaban komputer (LJK) yang mirip dengan lembar jawaban komputer pada ujian nasional.

Dengan berlatih mengerjakan soal pada lembar jawaban komputer, siswa dapat terhindar dari kesalahan saat pengisian jawaban yang berakibat pada tidak lulus.