Pendidikan yang kurang baik kerap dianggap jadi sumber berbagai permasalahan di negeri ini. Kalau memang ada yang salah dengan pendidikan kita, sebenarnya apa yang sih harus diubah?

Ada banyak hal yang yang harusnya diajarkan dari mulai menghargai , mengapresiasi,bertanya ,sejarah sampai ideologi .

Orang Indonesia itu cerdas. Kalau kamu punya kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, kamu akan mengakui hal ini. Pemahaman kognitif kita gak kalah kok sama orang asing. Sayangnya, kita masih malu-malu bertanya dan mengungkapkan pendapat. Padahal bertanya itu penting lho. Bukan cuma sekedar mencari jawaban atas hal yang belum kamu tahu. Proses bertanya juga membuka pola pikirmu.

Mulai dari hal yang terkait pelajaran sampai hal konyol yang nggak ada kaitannya sama sekolah.Guru juga wajib memberikan jawaban yang "adil". Kalau nggak tahu ya bilang aja nggak tahu. Dengan kelas khusus bertanya anak-anak akan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka.

Dari SD sampai SMA pelajaran tentang sejarah dunia yang kita terima hanya sebatas Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2. Padahal banyak peristiwa sejarah yang terjadi diluar Indonesia yang perlu kita ketahui. Bagaimana sejarah penjajahan negara Asia lain dan bagaimana mereka menghadapinya.

Bagaimana tragedi kemanusiaan di Rwanda, Bosnia, serta Chechnya terjadi. Bagaimana peliknya konflik agama di belahan dunia lain. Sampai juga fenomena negara gagal. Memiliki pemahaman yang menyeluruh soal sejarah dunia akan membuat generasi Indonesia sadar bahwa hal yang terjadi di Indonesia juga terjadi di luar negeri. Dan kalau orang-orang asing itu bisa menghadapinya, kenapa kita tidak? Pernahkah kamu bertanya kenapa Belanda bisa begitu lama menjajah Indonesia? Atau sesederhana, "Siapa yang bersalah dalam peristiwa 1965?". Mempertanyakan fakta sejarah memang belum jadi kebiasaan yang lazim dilakukan oleh orang Indonesia. Kita terbiasa menerima sebuah fakta sejarah mentah-mentah dari sebuah sumber, tanpa pernah mencari fakta tandingannya.

Padahal mempertanyakan fakta sejarah bisa membuat kita jadi orang yang kritis dan berpengetahuan luas. Kita jadi terbiasa mengumpulkan data tambahan sebelum memutuskan untuk sepakat atau tidak sepakat terhadap suatu hal. Apabila sedari kecil anak-anak Indonesia sudah diberi ruang untuk berani kritis terhadap fakta sejarah, kecintaan mereka pada Indonesia bisa semakin dalam.

kita yakin sepenuhnya pada ideologi Pancasila, bukan berarti ideologi lain layak disalahkan dan jadi musuh bersama. Anak-anak Indonesia perlu tahu apa itu komunisme, fasisme, sosialisme, liberalisme, kapitalisme, atau humanisme sekuler -- secara lengkap dan adil. Mulai dari pemikiran yang ada dibaliknya hingga pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari keberhasilan dan kegagalan yang terjadi di negara atau masyarakat penganut ideologi tersebut.

Kita nggak berhak mengatakan sesuatu buruk, salah dan layak dihakimi sebelum tahu dengan mendalam bukan?

Temanmu yang suka berpuisi di linimasa Twitter kamu ejek sebagai orang galau. Dia yang suka corat-coret di sketch-book dianggap aneh dan gak keren. Padahal dibanding kamu yang suka nge-bully, mereka lebih keren karena bisa menghasilkan karya seni loh!

Anak-anak Indonesia perlu diajarkan untuk membedakan:

  • Galau vs Puitis
  • Artistik vs Ngawur
  • Cupu vs Nyeni

Satu-satunya cara agar mereka bisa menarik garis perbedaan yang jelas adalah dengan mengenalkan berbagai karya seni sedini mungkin. Gak cuma membaca puisi, tapi anak-anak Indonesia juga perlu dikenalkan bahwa puisi adalah media pembebasan bagi manusia.

Sebenarnya semua yang ada di sini berkaitan satu sama lain , yang sebenarya bisa kita pelajari sendiri dengan memperbanyak baca buku, tapi kurangnya dari pendidikan kita hanyalah mempentingkan pringkat ,dan pelajaran utama saja di diajarkan .Padahal hal hal yang tadi saya bahas yang akan kita temui di kehidupan sehari hari .

sumber photo: kaskus