Membuat gambar rumah lewat desain, itu sudah biasa. Tapi, jika mengambar rumah lewat tarian, itu baru luar biasa. Hal inilah yang ditunjukkan dua siswa SMA asal Banda Aceh yang menampilkan gerakan demi gerakan yang pada akhirnya menampilkan rumah adat Banjar yang tampak kokoh berdiri di panggung.

Adalah Muhammad Hilman Zain dan Ahmad Redy Zikri yang merupakan peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2018 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banda Aceh. Mereka wakil dari Provinsi Kalimantan Selatan untuk cabang lomba seni kreasi.

Keduanya menghibur ratusan penonton yang berada di Taman Budaya Kota Banda Aceh. Dengan riasan seperti bapak tua dan seorang anak muda, keduanya mulai menampilkan seni tari yang ciamik. Dalam cerita tersebut, mereka bahu membahu membangun rumah kayu di atas panggung. Sang bapak tampak memeragakan prosesi menebang pohon, menggergaji kayu, sementara sang anak tampak bersemangat membantu menyusun kayu menjadi tiang-tiang, dinding, dan atap rumah.

Dan diujung tarian, sebuah rumah adat Banjar tampak kokoh berdiri di panggung. Sang bapak tampak memasang lentera di teras rumah, dan sang anak berdoa di depan rumah. Ketika musik pengiring terakhir, penonton bertepuk tangan dengan meriah, dan kedua penari memberikan salam hormat kepada dewan juri dan penonton yang hadir.

Ahmad Redy Zikri, seperti yang dikutip dari kemdikbud.go.id, menjelaskan, dengan tarian mereka ingin bercerita bagaimana prosesi membuat rumah Banjar, yang dimulai dari menyiapkan kayu-kayu, memasang tiang, didoakan, dan memasang komponen-komponen rumah yang lain, hingga diberi penerangan dengan lentera.

"Tarian tadi menceritakan prosesi membuat rumah dalam adat Banjar. Diceritakan seorang bapak dan anak bahu membahu membuat rumah. Si anak diceritakan agak terpengaruh budaya modern, sementara bapaknya kental dengan budaya asli Banjar," tuturnya.

Redy mengatakan sangat bangga bisa tampil di ajang bergensi di bidang seni ini. Mereka telah berlatih keras dan melalui seleksi yang panjang.

"Latihan selama enam bulan. Terharu sekali bisa tampil di sini, karena prosesnya cukup lama," ucap siswa SMA Negeri Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan tersebut.

Redy dan Hilman berharap, tahun ini Provinsi Kalimantan Selatan dapat meraih banyak medali di ajang FLS2N.

Foto : kemdikbud.go.id